haha69
haha69
haha69

WHO: 13,4 Juta Bayi Lahir Prematur Akibat Ibu Tidak Sehat dan Gizi Buruk

WHO: 13,4 Juta Bayi Lahir Prematur Akibat Ibu Tidak Sehat dan Gizi Buruk

Liputan6.com, Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 13,4 juta bayi lahir secara prematur. Kelahiran disebut prematur ketika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.

Pada 2020, sekitar satu dari 10 bayi lahir secara prematur. Perkiraan ini diungkap dalam studi baru yang diluncurkan hari ini (6/10) di Lancet oleh peneliti dari WHO, UNICEF, dan London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Peneliti menyampaikan, kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian pada tahun-tahun awal kehidupan anak. Maka dari itu perawatan bayi prematur serta upaya pencegahannya perlu diperkuat. Khususnya terkait kesehatan ibu dan pemenuhan gizi untuk meningkatkan kelangsungan hidup anak-anak.

Bagi mereka yang masih hidup, kelahiran prematur juga secara signifikan meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit berat, disabilitas, dan keterlambatan perkembangan. Bahkan bisa pula menimbulkan penyakit kronis saat dewasa seperti diabetes dan penyakit jantung.

Sayangnya hingga kini, tidak ada wilayah di dunia yang berhasil menurunkan angka kelahiran prematur secara signifikan selama dekade terakhir. Tingkat penurunan kelahiran prematur global tahunan antara tahun 2010 dan 2020 hanya sebesar 0,14 persen.

Penelitian menemukan dua penyebab utama terjadinya kelahiran prematur, yakni akibat ibu yang tidak sehat dan kekurangan gizi.

“Kesehatan ibu yang buruk dan kekurangan gizi menjadi penyebab tingginya angka kelahiran prematur,” mengutip keterangan resmi WHO, Jumat (6/10/2023).

Mengharukan, Bayi Prematur Sapa Ibunya