haha69
haha69
haha69

Soal Pemeriksaan Kesehatan Capres-Cawapres, PB IDI: Harus Independen

Soal Pemeriksaan Kesehatan Capres-Cawapres, PB IDI: Harus Independen

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Ketua Tim Pemeriksa Capres-Cawapres pada Pilpres 2014 dan anggota Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zubairi Djoerban mengatakan, proses pemeriksaan status kesehatan capres dan cawapres harus independen dan imparsial.

“Status kesehatan (capres-cawapres) harus dingatakan oleh tim medis prosedional dan imparsial (assessing physicians) yang dibentuk secara resmi dan khusus, dengan anggota dari para dokter ahli yang kompeten dan memiliki kredibilitas tinggi di lingkungan profesinya,” kata Zubairi, dilansir Antara.

Presiden dan Wakil Presiden, jelas Zubairi, adalah warga negara pilihan yang mempunyai tanggung jawab besar sehingga memerlukan status kesehatan tertentu (jasmani dan rohani) agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya demi kepentingan negara.

“Jika pada capres atau cawapres tidak ditemukan ketidakmampuan, maka dinyatakan tidak ditemukan faktor risiko yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk melaksanakan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” jelas Zubairi.

Namun, jika pada capres atau pun cawapres ditemukan salah satu ketidakmampuan dalam pemeriksaan kesehatan, maka dinyatakan memiliki faktor risiko yang bisa mengakibatkan ketidakmampuan untuk melaksanakan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden.

PB IDI menegaskan, penilaian status kesehatan dilaksanakan melalui serangkaian pemeriksaan dengan standar protokol sesuai standar profesi kedokteran. Keterangan hasil penilaian kesehatan merupakan pendapat dari tim penilai kesehatan yang disampaikan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Ketua Umum PB IDI Moh. Adib Khumaidi mengatakan, pihaknya selalu jadi mitra strategis KPU untuk membantu penilaian dan pemeriksaan tes kesehatan pasangan calon dalam pemilihan presiden. Hal ini, kata Adib, telah berlangsung sejak selepas reformasi.

“Sejak usai reformasi, yakni pemilihan umum tahun 2004, 2009, 2014, dan 2019, PB IDI selalu terlibat dalam pemeriksaan kesehatan capres-cawapres dimana tim pemeriksa dibentuk dari para dokter spesialis yang ditunjuk oleh perhimpunannya,” jelas Adib.