haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
haha69

Perbedaan mainan anak laki-laki dan perempuan, apakah masih seumuran atau tidak?

Perbedaan mainan anak laki-laki dan perempuan, apakah masih seumuran atau tidak?

Liputan6.com, Jakarta – Anggapan orang tua untuk lebih mendiskriminasi mainan Anak Menurut jenis kelamin, pria dan wanita sering terjadi. Pemilihan mainan juga menyasar isu maskulinitas dan feminitas.

Psikolog Anak dan Keluarga, Saskhya Aulia Prima menilai, saat ini pilihan mainan anak mulai lebih terbuka. Artinya, tidak sebatas melihat apakah anak itu laki-laki atau perempuan, melainkan manfaat dari mainan itu sendiri.

“Saya akan mengatakan (saya ingin mengatakan), ini bukan tipe maskulin atau feminin, tetapi manfaatkan apa yang mereka pelajari lebih banyak secara fisik, teknis dan mekanis dan untuk merangsang keterampilan motorik halus dan kasar,” kata Saskhya saat NERF Challenge media acara launching di Mal Gandaria City, Jakarta beberapa hari lalu.

“Kalau memang tertarik, boleh saja. Mungkin (anak-anak) yang terbiasa sedentary –jarang melakukan aktivitas aktif– perkenalkan saja supaya mereka mau bergerak.”

Yang membuat perbedaan adalah rangsangan yang Anda dapatkan

Menurut Saskhya, yang membedakan mainan anak-anak adalah tergantung dari rangsangan apa yang mereka dapatkan.

“Sebenarnya kalau dilihat dari semua alat, semua alat yang digunakan anak itu adalah alat belajar. Biasanya alat itu akan membedakan stimulasi apa yang akan mereka dapatkan,” jelasnya.

“Untuk mainan yang cenderung, misalnya, mungkin lebih feminim, memasak biasanya untuk melakukan latihan bersama orang lain, untuk melatih perhatian. Tapi mainan yang bertipe menembak, biasanya membantu mereka mempelajari sesuatu yang lebih teknis.”