haha69
haha69
haha69

Nasi Dingin Lebih Baik bagi Pasien Diabetes Ketimbang yang Panas, Mitos atau Fakta?

Nasi Dingin Lebih Baik bagi Pasien Diabetes Ketimbang yang Panas, Mitos atau Fakta?

Liputan6.com, Jakarta Ramai kabar di tengah masyarakat soal konsumsi nasi dingin lebih aman bagi pasien diabetes ketimbang nasi panas. Apa iya benar begitu?

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Bekasi Melisa Diah Puspitasari, nasi yang disajikan saat panas mengandung kadar karbohidrat yang tinggi. Pasalnya, gula yang terkandung di dalamnya mudah untuk terurai dan diserap oleh sistem pencernaan. Sehingga, dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah makan.

“Bukan berarti kadar gula di dalam nasi yang dingin berkurang. Suhu pada nasi tidak berpengaruh pada kadar gula yang ada di dalamnya, tapi nasi yang didinginkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi diketahui akan menghasilkan sebuah zat bernama pati resisten,” kata Melisa dalam keterangan pers dikutip Rabu (15/11/2023).

Zat pati resisten adalah jenis serat yang tidak dicerna oleh tubuh sehingga tidak pula dapat diserap oleh tubuh. Zat tersebut dapat juga difermentasi oleh usus besar yang kemudian akan digunakan sebagai makanan bagi bakteri baik di dalam usus.

Proses fermentasi ini dapat menyebabkan peningkatan sensitivitas insulin dan pengurangan lemak perut yang baik bagi diabetesi.

Pati resisten ini biasa ditemukan dalam karbohidrat yang dimasak kemudian didinginkan, salah satunya yaitu nasi dingin. Bahkan, zat pati resisten ditemukan lebih banyak pada nasi yang dihangatkan kembali setelah sebelumnya didinginkan.

Banyak kepercayaan masyarakat dalam menjalani pola makan bagi diabetesi, salah satunya mengonsumsi nasi kemarin. Nasi yang telah dibiarkan seharian ini diklaim lebih bagus untuk menjaga kadar gula darah ketimbang nasi yang baru matang.