haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
haha69
haha69

Moderna-Pfizer Berlomba Merilis Vaksin Baru Tangkal Mutasi Varian COVID, Indonesia Perlu Nyusul?

Moderna-Pfizer Berlomba Merilis Vaksin Baru Tangkal Mutasi Varian COVID, Indonesia Perlu Nyusul?

Liputan6.com, Jakarta – Moderna dan Pfizer terus mengembangkan vaksin COVID-19 yang disesuaikan dengan mutasi varian COVID terkini. Baru-baru ini, Moderna memperbarui vaksin yang diklaim menangkal varian BA.2.86 alias Pirola, sedangkan Pfizer telah mendapatkan persetujuan izin edar vaksin yang mampu menangkal Omicron XBB.1.5.

Melihat pengembangan vaksin untuk menangkal mutasi varian COVID yang dilakukan di negara maju, apakah Indonesia perlu menyusul? 

Apalagi Indonesia sudah mampu memproduksi vaksin COVID-19 produksi dalam negeri berbasis teknologi subunit rekombinan protein (vaksin IndoVac) dan inactivated virus (vaksin InaVac). 

Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi Erlina Burhan mengakui, negara-negara maju memang gencar memproduksi vaksin COVID-19. Bahkan telah ada vaksin berjenis bivalen (satu vaksin terdiri atas strain virus SARS-CoV-2 dan Omicron).

“Ya ini semua tergantung dari biaya. Karena memproduksi vaksin harus melewati uji klinis bertingkat-tingkat, mulai dari praklinik, lalu uji klinik 1, 2, 3 dan ini akan mahal sekali,” ujar Erlina menjawab pertanyaan Health Liputan6.com dalam webinar bertajuk, Sadari, Siaga, Solusi Terhadap Mutasi Virus pada Masa Endemi COVID-19, ditulis Senin (11/9/2023). 

Tidak Terlalu Urgensi

Menurut Erlina, Indonesia juga tidak terlalu urgensi untuk memproduksi vaksin baru sesuai varian COVID terbaru. Yang penting adalah bagaimana mengendalikan agar tidak ada pandemi berikutnya.

“Ditanya seberapa besar urgensinya? Kalau menurut saya sih, enggak terlalu urgent ya. Asalkan, kita, rakyat Indonesia dan Pemerintah mampu terus mengendalikan endemi ini. Jangan sampai ada epidemi atau pandemi berikutnya,” terangnya.